Kopi Arabika Bajawa
Popularitas, Paradoks, dan Krisis Kopi Arabika Bajawa Oleh Tony Djogo Kopi Arabika Bajawa sejak lama dikenal sebagai salah satu primadona kopi Indonesia. Aromanya kuat, rasa seimbang, dengan keasaman lembut khas dataran tinggi Flores. Dalam berbagai ajang cupping test, termasuk di Aceh beberapa tahun lalu, kopi Bajawa menorehkan hasil luar biasa—menempati peringkat lima hingga tujuh besar kopi arabika terbaik Indonesia. Tak heran jika namanya terpampang di rak-rak kafe, restoran, dan mal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan bahkan diekspor ke Eropa, Jepang, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Namun di balik gemerlap reputasi itu, tersimpan paradoks pahit: produksi dan ekonomi kopi Bajawa justru merosot tajam. Popularitas di pasar global meningkat, tetapi kebun kopi di Ngada—rumah asli Arabika Bajawa—terancam punah. Dari Kebanggaan Menuju Krisis Sejak mendapat sertifikasi Indikasi Geografis (IG) pada 2012, seharusnya masyarakat Bajawa memiliki kebanggaan dan tanggung j...