Posts

Kopi Arabika Bajawa

Popularitas, Paradoks, dan Krisis Kopi Arabika Bajawa Oleh Tony Djogo Kopi Arabika Bajawa sejak lama dikenal sebagai salah satu primadona kopi Indonesia. Aromanya kuat, rasa seimbang, dengan keasaman lembut khas dataran tinggi Flores. Dalam berbagai ajang cupping test, termasuk di Aceh beberapa tahun lalu, kopi Bajawa menorehkan hasil luar biasa—menempati peringkat lima hingga tujuh besar kopi arabika terbaik Indonesia. Tak heran jika namanya terpampang di rak-rak kafe, restoran, dan mal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan bahkan diekspor ke Eropa, Jepang, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Namun di balik gemerlap reputasi itu, tersimpan paradoks pahit: produksi dan ekonomi kopi Bajawa justru merosot tajam. Popularitas di pasar global meningkat, tetapi kebun kopi di Ngada—rumah asli Arabika Bajawa—terancam punah. Dari Kebanggaan Menuju Krisis Sejak mendapat sertifikasi Indikasi Geografis (IG) pada 2012, seharusnya masyarakat Bajawa memiliki kebanggaan dan tanggung j...

Planting Trees and Shrubs for Preserving the Nature and Mitigating Climate Change

Image
 

Membaca Perkembangan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Image
Membaca Perkembangan Politeknik Pertanian negeri Kupang 13 Tahun Pengalaman dengan Politeknik Pertanian Kupang Tony Djogo Head of PIU 1984-1987 dan Direktur Politani 1987-1997 Saat ini Politeknik Pertanian (Politani)  Negeri Kupang sudah mencapai banyak prestasi yang patut dibanggakan. Politani Kupang menjadi salah satu perguruan tinggi dengan prestasi bagus di Indonesia.  Lulusannya sudah banyak dan bekerja di berbagai daerah di NTT dan daerah lain  Indonesia.   Politani negeri Kupang sudah mendapat akreditasi sebagai salah satu perguruan yang berhasil di Indonesia. Politani Kupang juga sudah mengalami pergeseran orientasi. Jika pada awal berdirinya Politani  (Politeknik Pertanian Undana) pendidikan, pengabdian dan kerja sama antar lembaga banyak memusatkan perhatian pada persoalan pembangunan pertanian lahan kering, pembanguan pedesaan, konservasi, dan pengembangan SDM.  Pada awalnya  Politani lebih memusatkan perhatian pada upaya pembangunan pe...

Masukan untuk Diskusi Kebijakan Kopi Arabika Flores Bajawa

Masukan untuk Analisis, Diskusi  dan Disain Kebijakan dan Kelembagaan Pengembangan Kopi  Arabika Flores Bajawa AFB Tony Djogo Pengantar Selama beberapa bulan sejak 2022 sampai awal 2023 saya mengunjungi enam Kabupaten penghasil kopi arabika di Flores Bagian Barat. Kemudian dalam tiga bulan sejak April sampai Juli 2023 saya fokus pada tiga Kabupaten (Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada) yang merupakan daerah produksi kopiua arabika Flores. Ada berbagai temuan yang sudah saya catat dan sebagian sudah saya sampaikan dalam diskusi informal dengan berbagi pihak yang aktif dalam pengembangan kopi arabika. Tahun 2024  saya ubah fokusnya kunjungi hanya tiga kecamatan Khusus Kabupaten Ngada. Tulisan ini adalah bahan masukan saya untuk diskusi intervensi kebijakan perbaikan sistem produksi kopi khususnya kopi arabika Flores Bajawa. Bahan diskusi ini saya sampaikan kepada MPIG dan Pemerintah Kabupaten Ngada  di NTT, yang didiskusikan dalam pertemuan lintas lembaga dan ...