Posts

Planting Trees for Anticipating Climate Change: Public Enthusiasm versus Public Space Availability

Tony Djogo   Over the past few months after the Bali conferences, there have been discourses, analyses, and heated debates about actions about planting trees. These efforts were sparsely and fragmentally implemented, and it is difficult to see how they could be collectively combined and assessed whether it would bring about substantial influences or impacts either in the short- or long-term perspectives. Could it be implemented by households, community groups, business companies, political parties, schools, government institutions, religious organizations, and so on with significant impacts?  Too many campaigns have been launched with limited translation into action. There were more policy debates, academic research, analysis, and discourses rather than applications, and there was a big analysis but short of actions. I participated in several discussions about planting trees. One of the groups I participated in is a religious-based informal group who are concerned with or wo...

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)

Tony Djogo  Motivasi utama setiap perusahaan atau industri atau bisnis sudah tentu adalah meningkatkan keuntungan. Logika ekonomi neoklasik adalah bahwa dengan meningkatnya keuntungan dan kemakmuran sebuah perusahaan sudah pasti akan meningkatkan kemakmuran rakyat karena lebih efisien dan murah produk yang dihasilkan.  Kenyataannya tidak demikian, banyak perusahaan bukan hanya makin kaya tetapi juga semakin berkuasa sementara penduduk miskin dan lemah serta rentan secara sosial, ekonomi, politik, kesehatan dan lingkungan makin banyak. Kemajuan perusahan juga menyumbang ketidak-adilan dan kesenjangan sosial. Pertumbuhan ekonomi tidak selalu sejalan dengan pemerataan atau distribusi kesejahteraan.  Memperhatikan kesenjangan yang semakin besar muncul berbagai reaksi untuk memperbaiki persoalan kesenjangan. Antara lain program pengentasan kemiskinan, perbaikan kesejahteraan, bantuan subsidi langsung dan sebagainya. Itu jika dilakukan oleh pemerintah sebagai unsur negara yang ...

Lingkungan, Informasi Lingkungan dan Rakyat Kecil

Tony Djogo  Persoalan kerusakan dan dampak negatif pada lingkungan sudah lama dibicarakan dan semakin santer dibahas. Apalagi dengan adanya kecemasan akan persoalan pemanasan muka bumi yang dibahas secara serius di berbagai belahan muka bumi. Tokoh-tokoh dunia, nasional dan lokal banyak yang mempersoalkan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mengurangi dampak negatif kerusakan lingkungan atau bahkan kehancuran planet ini.  Dampak kerusakan lingkungan bisa dilihat dalam berbagai aspek dan jika disimak dengan saksama akan sangat menakutkan karena menyangkut perubahan-perubahan ekosistem dan lingkungan muka bumi ini yang tidak hanya merusak ekosistem itu saja tetapi juga seluruh tatanan kehidupan di muka bumi yang memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia, perubahan tata ruang, sosial dan ekonomi manusia. Kerusakan muka bumi dapat dilihat dan dirasakan dengan jelas baik dalam ruang lingkup atmosfer, ekosistem sungai, danau dan laut, berkurangnya lapisan es di kutub...

CSR : Corporate Social Responsibility atau Collective Social Responsibility?

Tony Djogo  Dua minggu lalu, 27 Augustus 2009 ada sebuah seminar tentang Corporate Social responsibility (CSR) di Universitas Trisakti yang diselenggarakan oleh Center for Enterpreneurship, Change and Third Sector (CECT-Usakti).  Seminar dengan judul “Revisiting Asian Third Sector Governance: What Moulds the CSR” menghadirkan tiga pembicara tamu: Prof Samiul Hassan dari United Arab Emirate University, Dr. Lily Dominggo, dari The University of Philippines, Prof Ishwara Bhat dari India dan satu pembicara dari Universitas Trisakti sendiri, Ir. Maria Dian Nurani yang membawakan makalah tentang ISO 26000 dan kaitannya dengan CSR. Rektor Universitas Trisakti, Prof. Thoby Mutis, menyampaikan key note speech secara lisan.  Seminar ini mengetengahkan filosofi, konsep, pengalaman empirik dari studi kasus dan isu-isu kunci mengenai CSR. Kurang lebih lima puluh peserta dari Usakti, LSM dan pihak luar lainnya. Bagi beberapa mahasiswa Pasca Sarjana Universitas ini seminar ini...

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) dan Kapitalisme (Capitalism)

Tony Djogo  CSR : Perlu Tidaknya Sebuah Perusahaan Bertanggung-jawab Secara Sosial  Cikal bakal dan perdebatan tentang tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility-CSR) berakar dari sebuah tulisan oleh Milton Friedman, seorang pemenang hadiah nobel ekonomi, pada tahun 1970 dalam sebuah artikel yang ditulis dalam The New York Times dengan judul “The Social Responsibility of Business is to Increase its Profits”. Menurut Friedman ada satu dan hanya satu tanggung jawab sosial bisnis yaitu menggunakan sumberdaya dan terlibat dalam kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan laba selama berada dalam jalur hukum yang benar, terlibat dalam persaingan bebas dan terbuka tanpa melakukan kecurangan.  Dengan cara ini binsis atau perusahaan sudah memperlihatkan tanggung jawabnya. Tidak masuk akal sebuah perusahaan harus memperlihatkan tanggung jawabnya secara sosial. Itu urusan individu bukan kembaga bisnis, kata Miton. Sebuah korporasi (perusahaan) ad...

Translating the Findings of the Climate Change Conferences

Tony Djogo  The fabulous, lavish climate conference in Bali will finish soon. As has happened to many conferences, seminars, or workshops, the simple question people have always asked is, will the participants consistently follow up on the recommendations generated from the conference? Can they implement the post-conference action plans? Do they really apply what they have learned from others at the conference? Will their institution support them when they return to their office or organization with the follow-up of an action plan regarding budget, project planning and design, staff, and other resources support? Will their governments incorporate the conference's findings into the legal and regulatory framework?  We could ask more questions. There are many more interesting discussions and achievements at this conference we could learn from the media and websites. There are agreements and disagreements, pros and cons, for certain aspects or means of mitigating climate change....

Mitigating climate change: We need more Engineers and Designers

Tony Djogo  The Bali conference on climate change has kicked off, with more than 10,000 participants from 186 - 192 countries attending this lavish and expensive event. Fantastic! Will it effectively bring about constructive issues, institutions, policies, or the most critical outputs in the form of realistic follow-up plans, designs, and activities to be implemented by each country, institution, stakeholder, or even individual? I have attended many different meetings, seminars, workshops, symposiums, and conferences in different countries in Indonesia. Those events often discussed interesting and useful issues and produced good-quality reports. However, who will follow up with planning, design, and its application or implementation on the ground level? I have noticed that in a meeting with 200 people, only 15 – 20 people probably speak well with good arguments, insights, or reasons about the issues.  In the working group discussions with 30 – 40 participants, only 5 -6 pe...