Posts

Membaca Perkembangan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Masukan untuk Diskusi Kebijakan Kopi Arabika Flores Bajawa

Masukan untuk Analisis, Diskusi  dan Disain Kebijakan dan Kelembagaan Pengembangan Kopi  Arabika Flores Bajawa AFB Tony Djogo Pengantar Selama beberapa bulan sejak 2022 sampai awal 2023 saya mengunjungi enam Kabupaten penghasil kopi arabika di Flores Bagian Barat. Kemudian dalam tiga bulan sejak April sampai Juli 2023 saya fokus pada tiga Kabupaten (Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada) yang merupakan daerah produksi kopiua arabika Flores. Ada berbagai temuan yang sudah saya catat dan sebagian sudah saya sampaikan dalam diskusi informal dengan berbagi pihak yang aktif dalam pengembangan kopi arabika. Tahun 2024  saya ubah fokusnya kunjungi hanya tiga kecamatan Khusus Kabupaten Ngada. Tulisan ini adalah bahan masukan saya untuk diskusi intervensi kebijakan perbaikan sistem produksi kopi khususnya kopi arabika Flores Bajawa. Bahan diskusi ini saya sampaikan kepada MPIG dan Pemerintah Kabupaten Ngada  di NTT, yang didiskusikan dalam pertemuan lintas lembaga dan ...

Fatuulan, Kotolin, Nualunat, Kualin, Kolbano : Pariwisata Pedesaan

Image
Libur kemarin saya dan beberapa teman jalan-jalan melewati Niki-niki, Oenlasi, lalu ke Destinasi wisata Fatuulan yang indah tetapi belum berkembang, sambil kunjungi beberapa kampung atau desa antara Oenlasi dan Kotolin seperi Bineno dan Hoibeti di Kotolin balik ke Kupang via Kolbano, Dataran Bena dan Batu Putih. Malam hari 5 Mei 2022 dalam perjalanan dari Fatuulan dari Bineno menuju Kotolin saya ketemu mungkin lebih dari 10 jeep atau kendaraan lapangan dengan serombongan pecinta mobil-mobil Jeep, four wheel-drive yang keren di Fatuulan. Ada peserta tour ini yang dari Italia. Mereka para off-roader pasti menikmati trayek ini. Namun antara Hoibeti di Kotolin dan Fatuulan sampai ke tidak ada restoran, atau warung kopi. Jika di Fatuulan ada Homestay pasti menarik.  Tentu dengan tetap menghargai, menghormati  dan memperhatikan kearifan lokal dan kondisi masyarakat.   Kawasan Fatuulan yang sering disebut sebagai “negeri di atas awan” memang sangat indah tetapi belum ditata...

Kopi Arabika Bajawa dari Desa di Flores ke Café Moderen

Image
  Kopi   Arabika Bajawa   dari Desa   di Flores ke Café Moderen Tony Djogo Sebuah kantin di sebuah kantor di   Jakarta   pernah hanya menjual dan kemudian terus memesan kopi arabika Flores.  Harganya waktu itu berkisar antara Rp. 15.000 - Rp.30.000.  Ketika berada di London     tahun 1998,   saya pernah mampir ke sebuah   Café   di Leicester Square dan pesan secangkir kopi yang harganya   £ 3,5 atau sekitar Rp.70.000 per cangkir. Karena sedang berada di luar kita tentu tidak bisa membayangkan harganya dalam rupiah.     Tidak pernah terbayangkan bahwa saat itu harga kopi di Bajawa cuma Rp.5.000 per kilo.   Jika dalam satu cangkir ada 12 gram kopi kasarnya harga bubuk kopi di cangkir itu Rp. 5,83 juta per kilo. Tentu termasuk jasa, pelayanan pajak dan lainnya.      Harga satu cangkir kopi di Bandara-Bandara Internasional   di Asia, Eropa, Amerika Serikat atau Amerika Tengah/Ameri...